Selasa, 20 Februari 2018

Karya Seni Tunggal Nusantara - Seni Budaya / Prakarya

A. Karya Seni Tari Tunggal 

1. Pengertian Tari Tunggal 
    Tari tunggal adalah bentuk penyajian tari yang bisa ditarikan seorang penari. Bentuk tariannya berdiri sendiri dan tidak ada kaitannya dengan penampilannya sebelumnya.
    Sifat tari tunggal menuju ke arah psikologis yang akan menjadikan seseorang sebagai subjek/objek dalam suatu kegiatan, sifat tari tunggal antata lain:

  • Lirik yaitu sifat tarian yang memusatkan pada subjek/keadaan diri pribadi, seperti: bahagia, haru atau senang.
  • Epik yaitu sifat tari yang mengarah pada nilai luar diri, seperti: kagum atau manja.
  • Dramatik yaitu sifat tari perpaduan antara lirik dan epik.
2. Jenis Tari Tunggal Nusantara 
      Jenis tari tunggal nusantara dapat dikelompokkan menjadi Empat jenis yaitu tari tradisional, tari rakyat, tari klasik dan tari kreasi.

  • Tari kreasi adalah tarian yang gerakannya merupakan perkembangan dari gerak tradisional. 
  • Tari klasik adalah tarian yang mempunyai nilai artistik tinggi dan dijadikan tolok ukur bagi karya zaman kuno. 
  • Tari rakyat adalah tari yang hidup dan berkembang dikalangan rakyat,  Pada zaman penjajahan, perkembangan tari rakyat terjadi pada Dua lingkungan yaitu Lingkungan Istana dan Lingkungan Rakyat.
  • Tari tradisional adalah tari tunggal yang berasal dari tari tradisional terdapat disetiap daerah dengan versi yang berbeda beda. 
3. Bentuk-bentuk Tari Tunggal Nusantara
    Bentuk tari tunggal banyak terdapat didaerah jawa dan bali, sedangkan didaerah lain kebanyakan memiliki bentuk tarian berpasangan/berkelompok, Tari tunggal mengambil salah satu tokoh dari cerita yang berkembang di masyarakat, seperti tokoh Panji Semirang dan Gatot Kaca,  Berikut ini beberapa jenis tari tunggal nusantara:

  • Tari Gatot Kaca merupakan salah satu dari wayang. Tari gatot kaca gaya sunda diciptakan oleh RD. Ono Lesmana Kartadi Kusumah pada 1947.
  • Tari Dewi Anjasmara adalah tari tunggal putri, tari dewi anjasmara berasal dari daerah sunda (jawa barat).
  • Tari Golek merupakan tari tunggal putri, tari golek adalah tari yang berasal dari Yogyakarta. 
  • Tari Gambir Anom merupakan tari tunggal yang berasal dari surakarta, penari tari gambir anom adalah putra/putri.
  • Tari Bondan adalah tari tunggal putri yang berasal dari surakarta.
  • Tari Panji Semirang adalah seorang tokoh yang bernama Galuh Candrakirana. 
  • Tari Barsa Kambang adalah tari tunggal yang berasal dari kalimantan selatan. 
  • Tari Kancet Lasan adalah tari tunggal suku dayak kenyah, Kalimantan Timur. 

Jumat, 26 Januari 2018

INTERPRETASI PETA TENTANG BENTUK DAN POLA MUKA BUMI

A. Menginterpretasi peta umum
Peta umum adalah peta yang dibuat berdasarkan kenampakan umum.
Informasi yang diperoleh dari peta tersebut, yaitu sebagai berikut.
a) Sungai
Sungai ditunjukkan dengan garis berbelok-belok.
b) Pegunungan dan Dataran Tinggi
Pegunungan dan dataran tinggi ditunjukkan dengan warna merah dan kuning.
c)  Dataran Rendah dan Rawa
Dataran rendah dan rawa ditunjukkan dengan warna hijau dan hijau dengan garis putus-putus.
d)  Danau
Danau ditunjukkan dengan warna biru.
e)  Gunung
Gunung ditunjukkan dengan bentuk segitiga. Segitiga merah artinya gunung berapi (aktif), segitiga hitam artinya gunung tidak berapi (tidak aktif).
f)    Kepulauan
g)   Laut dan Selat
Laut dan selat ditunjukkan dengan warna biru. Gradasi (tingkatan) warna menunjukkan kedalaman  wilayah laut dan selat. Semakin pekat (tua) warna biru menunjukkan lebih dalam dari pada warna biru muda.
B. Menginterpretasikan Peta Topografi
Peta topografi adalah peta yang menggambarkan tinggi rendahnya. Darin peta topografi kita dapat mengetrahui ketinggian suatu tempat secara akurat. Cara menginterpretasikan peta topografi berbeda dengan peta umum karena simbol-simbol yang digunakan berbeda.
Pada peta topografi terdapat garis-garis kontur yang menunjukkan relief muka bumi. Peta topografi menunjukkan bentuk-bentuk muka bumi. Bentuki-bentuk muka bumi tersebut adalah sebagai berikut.
a.Lereng
b.Cekungan (Depresi)
Cekungan (Depresi) pada peta topografi digambarkan seperti dibawah ini!

c. Bukit
Bukit pada peta topografi digambarkan seperti dibawah ini!

d.Pegunungan
Pegunungan pada peta topografi digambarkan seperti dibawah ini!
 C. Penampang Melintang Bentuk Muka Bumi
Penampang melintang adalah penampang bumi yang dipotong secara tegak lurus. Dengan penampang melintang maka dapat diketahui/dilihat secara jelas bentuk dan ketinggian suatu tempat yang ada di muka bumi.
Untuk membuat sebuah peanmpang melintang maka harus tersedia peta topografi sebab hanya peta topografi yang vdapat dibuat penampang melintangnya. 

Minggu, 14 Januari 2018

Bimbingan Konseling

Problem (masalah) yang dihadapi siswa
Setiap kondisi dirumah seperti kehidupan keluarga yang kurang sehat keadaan sosial ekonomi hubungan antar anggota keluarga yang kurang harmonis dapat menimbukan situasi-situasi. dimana seorang siswa berpenampilan dan bersikap berbeda dengan siswa yang lain bahkan dalam situasi yang sama dua orang siswa dapat menampilkan prilaku yang tingkah laku berbeda .
Pusat dari setiap masalah terletak sebagian besar dari dalam individu itu sendiri dan didukung oleh lingkungan sekitarnya.
sumber-sumber yang dapat menimbulkan masalah (problem):

  • Kondisi fisik/kesehatan 
  • Hubungan didalam tumah dan tetangga 
  • Pengisian waktu luang yang kurang 
  • Kondisi kepribadian
  • Kepercayaan kepada tuhan dan keagamaan yang rendah

Rabu, 10 Januari 2018

Terbentuknya RIS

•Kronologi Terbentuknya Republik Indonesia Serikat




Republik Indonesia Serikat(RIS), adalah negara federasi yang berdiri pada tanggal 27 Desember 1949 sebagai hasil kesepakatan tiga pihak dalam Konferensi Meja Bundar: Republik Indonesia, Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO), dan Belanda. Kesepakatan ini disaksikan juga oleh United Nations Commission for Indonesia (UNCI) sebagai perwakilan PBB. RIS dikepalai oleh Presiden Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta.
Awal Republik Indonesia Serikat diawali dengan adanya Agresi Militer II yang terjadi pada 19 Desember 1948 yang diawali dengan serangan terhadap Yogyakarta, ibu kota Indonesia saat itu, serta penangkapan Soekarno, Mohammad Hatta, Sjahrir dan beberapa tokoh lainnya. Jatuhnya ibu kota negara ini menyebabkan dibentuknya Pemerintah Darurat Republik Indonesia di Sumatra yang dipimpin oleh Sjafruddin Prawiranegara.

Agresi Militer Belanda II
Akibat dari Agresi Militer tersebut, pihak internasional melakukan tekanan kepada Belanda, terutama dari pihak Amerika Serikat yang mengancam akan menghentikan bantuannya kepada Belanda, akhirnya dengan terpaksa Belanda bersedia untuk kembali berunding dengan RI. Pada tanggal 7 Mei 1949, Republik Indonesia dan Belanda menyepakati Perjanjian Roem Royen.
Lalu pada 23 Agustus hingga 2 November 1949, diadakanlah Konferensi Meja Bundar, yaitu sebuah pertemuan antara pemerintah Republik Indonesia dan Belanda yang dilaksanakan di Den Haag, Belanda. Hasil dari pertemuan tersebut adalah: Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia Serikat; Irian Barat akan diselesaikan setahun setelah pengakuan kedaulatan.

Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda
Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 27 Desember 1949, selang empat tahun setelah proklamasi kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Pengakuan ini dilakukan ketika soevereiniteitsoverdracht (penyerahan kedaulatan) ditandatangani di Istana Dam, Amsterdam. Belanda selama ini juga ada kekhawatiran bahwa mengakui Indonesia merdeka pada tahun 1945 sama saja mengakui tindakan politionele acties (Aksi Polisionil) pada 1945-1949 adalah ilegal.
Republik Indonesia Serikat terdiri beberapa negara bagian, yaitu:
1.    Negara Republik Indonesia (RIS)
2.    Negara Indonesia Timur
3.    Negara Pasundan, termasuk Distrik Federal Jakarta
4.    Negara Jawa Timur
5.    Negara Madura
6.    Negara Sumatera Timur
7.    Negara Sumatera Selatan
Di samping itu, ada juga wilayah yang berdiri sendiri (otonom) dan tak tergabung dalam federasi, yaitu:
1.    Jawa Tengah
2.    Kalimantan Barat (Daerah Istimewa)
3.    Dayak Besar
4.    Daerah Banjar
5.    Kalimantan Tenggara
6.    Kalimantan Timur (tidak temasuk bekas wilayah Kesultanan Pasir)
7.    Bangka
8.    Belitung
9.    Riau
Republik Indonesia Serikat memiliki konstitusi yaitu Konstitusi RIS. Piagam Konstitusi RIS ditandatangani oleh para Pimpinan Negara/Daerah dari 16 Negara/Daerah Bagian RIS, yaitu
1.    Mr. Susanto Tirtoprodjo dari Negara Republik Indonesia menurut perjanjian Renville.
2.    Sultan Hamid II dari Daerah Istimewa Kalimantan Barat
3.    Ide Anak Agoeng Gde Agoeng dari Negara Indonesia Timur
4.    R. A. A. Tjakraningrat dari Negara Madura
5.    Mohammad Hanafiah dari Daerah Banjar
6.    Mohammad Jusuf Rasidi dari Bangka
7.    K.A. Mohammad Jusuf dari Belitung
8.    Muhran bin Haji Ali dari Dayak Besar
9.    Dr. R.V. Sudjito dari Jawa Tengah
10. Raden Soedarmo dari Negara Jawa Timur
11. M. Jamani dari Kalimantan Tenggara
12. A.P. Sosronegoro dari Kalimantan Timur
13. Mr. Djumhana Wiriatmadja dari Negara Pasundan
14. Radja Mohammad dari Riau
15. Abdul Malik dari Negara Sumatera Selatan
16. Radja Kaliamsyah Sinaga dari Negara Sumatera Timur
Republik Indonesia Serikat dibubarkan pada 17 Agustus 1950.

Minggu, 07 Januari 2018

Teori - teori sejarah masuknya islam di Nusantara

A. BERBAGAI TEORI SEJARAH MASUKNYA ISLAM DI NUSANTARA
     

Proses masuknya agama islam ke indonesia tidak berlangsung secara revolusioner, cepat, dan tunggal, melainkan berevolusi, lambat-laun, dan sangat beragam. Menurut para sejarawan, teori-teori tentang kedatangan islam ke indonesia dapat dibagi secara berikut:
1. Teori Gujarat
     Teori Gujarat mengatakan bahwa proses kedatangan islam ke indonesia berasal dari Gujarat pada abad ke-7 H atau abad ke-13 M. Gujarat ini terletak di india bagian barat, berdekatan dengan laut arab. Sarjana pertama yang mengemukakan teori ini adalah J. Pijnapel dari Universitas Leiden pada abad ke-19. Menurutnya, orang-orang Arab bermazhab Syafi'i telah bermukim di gujarat dan malabar sejak awal hijriyah (abad ke-7 M), namun yang menyebarkan islam ke Indonesia menurut Pijnapel bukanlah dari orang Arab langsung, melainkan pedagang Gujarat yang telah memeluk islam dan berdagang ke dunia timur, termasuK indonesia.
2.Teori Persia
    Menurut Hoesein Djajadiningrat, mengatakan bahwa Islam yang masuk ke Indonesia berasal dari Persia (Iran sekarang). Pernyataan tersebut didasarkan pada kesamaan budaya dan tradisi yang berkembang antara masyarakat Parsi dan Indonesia. Tradisi tersebut antara lain tradisi 10 Muharram atau Asyuro sebagai hari suci kaum Syiah atas kematian Husein bin Ali, dan tradisi tabot di Pariaman Sumatra Barat dan Bengkulu.
3. Teori Mekkah (Arab)
    Teori Mekkah mengatakan bahwa proses masuknya Islam di Indonesia adalah langsung dari Mekkah atau Arab. Proses ini berlangsung pada abad pertama Hijriah atau abad ke-7 M. Tokoh yang memperkenalkan teori ini adalah Haji Abdul Karim Amrullah atau Buya Hamka, salah seorang ulama sekaligus sastrawan Indonesia. Hamka mengemukakan bahwa Islam berasal dari tanah kelahiran Arab atau Mesir. Pandangan Hamka ini hampir sama dengan Teori Sufi yang diungkapkan oleh A.H Johns yang mengatakan bahwa para musafirlah (kaum pengembara) yang telah melakukan Islamisasi awal di Indonesia. Kaum Sufi biasanya mengembara dari satu tempat ke tempat lainnya untuk mendirikan kumpulan atau perguruan tarekat.

Senin, 13 November 2017

Bimbingan Konseling

PSIKOLOGI REMAJA DAN DEWASA

A.MASA REMAJA

1.Ciri ciri remaja dan masalahnya
   Masa remaja adalah masa transisi, masa peralihan dari anak anak ke dewasa. Batas umur dan.            masalah-masalahnya. Tergantung pada keadaan masyarakat dan lingkungan dimana ia tinggal.
# pada masyarakat yang sederhana/statis (di desa) maka biasanya masa remaja cukup pendek. Karena.  anak-anak bisa langsung pindah menjadi dewasa. Hal ini terjadi karena budaya dan kebiasaan dalam masyarakat tersebut, seperti:
•perkawinan dini
•Peran/pekerjaan orang tua yang dipegang oleh anak anak yang dianggap pantas
•dll

# pada masyarakat yang majmuk (maju) dan dinamis seperti diperkotaan maka masa remaja jauh lebih panjang dirasakan, karena untuk diterima sebagai kelompok orang dewasa dan anak anak memerlukan proses yang cukup pajang karena dipengaruhi oleh faktor:
- pendidikan
- kepandaian dan keterampilan tertentu
- kematangan sosial

2. Syarat-syarat dianggap dewasa
    Perubahan? Yang dialami remaja, pada saat ini berjalan di iringi dengan berbagai kesulitan. Seperti jangka waktu yang panjang, keadaan sosial kultural dimana ia berkembang dan dimana ia berperang sebagai orang dewasa.selain itu, harus juga diingat berbahayanya tuntutan lingkungan karena penampilan tubuh untuk mendewasa.
Mengenai waktu masa remaja pada umumnya antara 12-21 tahun.

Jumat, 10 November 2017

pertempuran AS melawan pejuang islam somalia


Film yang menceritakan tentang jatuhnya dua helikopter militer Amerika, UH-60 Black Hawk setelah ditembak jatuh oleh pejuang Islam Somalia yang hanya bersenjatakan sederhana.
 
Film Black Hawk Down diambil dari peristiwa nyata tentang Pertempuran Mogadishu yang terjadi pada tahun 1993, antara tentara Amerika melawan pejuang Islam Somalia klan Habr Gidr. Pimpinan Muhammad Farah Aidid.
Musim gugur di Mogadishu, Oktober 1993, mengembuskan sebuah tanda kematian. Ketika fajar tiba memulai tanggal 3 Oktober, peluru dan granat menyalak tak berkesudahan. Ketika 160 orang pasukan militer Amerika Serikat menembus lorong-lorong Mogadishu, Somalia, 3 Oktober 1993. Semula, di bawah pimpinan Jenderal William F. Garrison (Sam Shepard), mereka diberi tugas menculik letnan-letnan utama Jenderal Muhammad Farrah Aidid, warlord yang menguasai kawasan ibu kota tersebut. Operasi ini dijadwalkan berlangsung 30 menit saja. Namun, misi yang semula dianggap enteng ini berujung bencana.

Dari sore hingga fajar pecah keesokan harinya, peluru, granat, dan berbagai macam senjata yang diperjualbelikan di Mogadishu bak kacang goreng itu tak henti-hentinya menghajar dan mencabik tubuh mereka. Dua helikopter Amerika juga ditembak jatuh. Seluruh kota seperti telah melawan mereka sehingga tak ada pilihan selain balas mengamuk. Peristiwa ini menyebabkan 10 orang pasukan AS tewas dan puluhan orang luka berat. Maka, ini kemudian menjadi tragedi terbesar pada masa pemerintahan Bill Clinton.

Inilah peristiwa hitam—jauh sebelum Tragedi World Trade Center—yang direkam oleh wartawan Philadelphia Inquirer dalam buku berjudul Black Hawk Down, yang kemudian diangkat ke layar lebar oleh sutradara Ridley Scott. Inilah kisah nyata ketika 250 ribu pasukan marinir AS yang bertugas bersama PBB untuk mendistribusikan makanan di Somalia merasa "impoten" dalam perang sipil yang dikuasai milisia yang luar biasa brutal itu. Kebijakan AS saat itu: menangkap Muhammad Farrah Aidid. Dan Jenderal Garrison sudah melampaui batas waktu penangkapan yang diberikan oleh Washington. Maka terjadilah peristiwa nahas itu.

Sutradara Inggris yang tahun lalu filmnya, Gladiator, terpilih sebagai film terbaik Academy Awards ini menggunakan pendekatan semidokumenter dalam film ini untuk membawa penonton pada gambaran nyata sebuah perang. Ia tak segan-segan menyodorkan gambar tangan terputus atau badan tentara yang terbelah total tetapi toh bibirnya masih sempat berbicara. Kiat ini bukan barang baru. Oliver Stone telah menggunakannya dalam Platoon, begitu juga Steven Spielberg dalam Saving Private Ryan. Namun kebrutalan perang dalam Black Hawk Down semakin terasa nyata karena ia tampil dua jam nyaris tanpa jeda, sehingga film terasa lebih menohok dan butuh ketabahan tersendiri untuk menontonnya.

Sayang sekali, informasi sebab-musabab awal keterlibatan AS dan negara-negara lain yang berdatangan ke Somalia untuk membantu ditampilkan cuma sekelebat. Latar belakang historis perang antarklan juga mengawang, sehingga tokoh-tokoh milisi Somalia hadir brutal tanpa alasan yang cukup. Alasan strategis peluncuran misi penculikan juga tak pernah jelas karena lawan politik Aidid tak dimunculkan. Akibatnya, dalam beberapa adegan film ini jadi kehilangan konteks. Film ini punya potensi menerbitkan salah paham bahwa mayoritas warga Somalia haus darah. Namun, di sisi lain, hal ini malah menimbulkan efek dramatis ketika para prajurit harus terus bertempur di tengah ketidakyakinan mereka terhadap misi ini. Karena itu, tanpa disadari—barangkali—Ridley telah menciptakan sebuah film perang yang antiperang, seperti sikap sutradara Kenneth Brannagh dalam film Henry V.

Itulah sebabnya, meski berkisah tentang serdadu Amerika, Black Hawk Down bukanlah film laga ala Rambo, yang tak tahu malu mengagumi aksi norak koboi militer negara adidaya itu di wilayah orang lain. Film ini tak menyajikan sosok Mel Gibson atau Tom Cruise, apalagi Sylvester Stallone untuk membuat penonton merasa tenang bahwa akhir dari seluruh kerusuhan ini akan beres karena datangnya sang jagoan. Sebaliknya, ini adalah film yang secara terus terang menyuguhkan kisah militer Amerika sebagai pecundang. Dari perimbangan angka korban, pasukan Amerika unggul banyak, 18 prajurit lawan seribu orang warga Somalia. Namun, bukankah ini satu bentuk kekalahan telak, sebuah misi yang tak jelas akhirnya merenggut nyawa sekian banyak manusia?

Adegan-adegan yang menampilkan warga sipil Somalia sangat menyentuh. Seorang wanita dan anak-anaknya terduduk di pojok rumahnya dalam roman ketakutan saat seorang serdadu Amerika masuk. Seorang anak lelaki kencur menangis hebat saat tembakannya yang diarahkan ke pasukan Amerika salah sasaran dan mengenai ayahnya sendiri. Seorang perempuan merenggut senapan dari pasangannya yang tewas dan menembaki para tentara asing sebelum akhirnya ia sendiri jatuh terkena peluru. Dengan cara penyampaian seperti itu, Black—yang dalam ajang Academy Awards tahun ini sudah berhasil meraih lima nominasi (sutradara, penyuntingan, sinematografi, tata suara, dan penyuntingan suara)—tak perlu lagi menggunakan kata-kata petuah tentang kengerian perang.

Sinematografer Slawomir Idziak punya andil besar dalam menciptakan suasana kelam. Penonton seperti bisa merasakan taburan debu dan pecahan batu saat helikopter Amerika jatuh. Idziak menghindari warna-warna cerah untuk penggambaran adegan tempur. Ia menampilkan gambar memburam secara bertahap seiring dengan malam tiba. Penyuntingan tangkas yang dilakukan Pietro Scalia membuat hasil kerja Idziak kian menggigit. Musik yang ditata Hans Zimmer ikut menambah getar, namun senandung sedih yang jadi lagu penutup terlalu mirip karyanya dalam film Gladiator, film terbaik Oscar tahun 2001 lalu yang juga disutradarai Scott. Setiap pemain dalam film ini mendapatkan porsi yang relatif berimbang. Josh Harnett, Ewan McGregor, Sam Shepard, ataupun Tom Sizemore bermain standar. Karakter yang mereka mainkan praktis statis karena film ini hanya menyorot 15 jam kehidupan serdadu Amerika di Somalia.

Tanpa paham konteks cerita, penonton akan menjumpai lubang besar saat menyimak Black Hawk Down. Yang juga patut disayangkan adalah saat Scott menghindari menampilkan gambar paling dramatis dari kejadian nyata hari itu, mayat Sersan Gary Gordon yang diseret sepanjang jalan Mogadishu dalam keadaan setengah telanjang. Scott mungkin tak ingin kenangan pahit tersebut kembali meneror (penonton Amerika). Tapi meninggalkan momen ini seperti menghilangkan ironi terbesar: prajurit Amerika yang datang dengan misi kemanusiaan—terlepas dari segala kepongahannya—harus menjumpai nasib mengenaskan di bumi kerontang Afrika. 

Pada tanggal 3 Oktober 1993, militer Amerika mengirimkan pasukan elitnya secara besar-besaran, hanya untuk memburu Pemimpin pejuang Islam Somalia, Muhammad Farah Aidid. Pasukan elit tersebut terdiri dari, Pasukan US Delta Force, Tentara Ranger, pararescuemen Angkatan Udara, unit tempur Angkatan Udara, pasukan khusus Navy SEAL, dan Resimen Operasi Khusus Penerbangan 160.
Militer Amerika dengan sombongnya memprediksi hanya akan membutuhkan waktu beberapa jam saja untuk mendapatkan Aidid. Tapi diluar dugaan, pertempuran justru memakan waktu hingga 2 hari, tanggal 3-4 Oktober.
Penyerangan militer Amerika terhadap pejuang Islam Somalia tadinya sesuai rencana, yang hanya memakan beberapa jam saja. Tetapi semua itu berubah, ketika dua helikopter canggih Black Hawk ditembak jatuh oleh roket RPG yang dilontarkan pejuang Islam Somalia.
Tersebar kabar, salah satu penembak adalah Zachariah al Tunisi, pejuang Islam Somalia, yang dikemudian hari bergabung dengan Al Qaeda, lalu beliau gugur syahid di Afghanistan pada November 2001.
Insiden tersebut mengakibatkan, 
  1. 18 tentara Amerika tewas, 
  2. 73 lainnya terluka dan,
  3. 1 kru Black Hawk ditawan. 
Sebagian tentara yang terluka terkepung di perkotaan dan bersembunyi dari kemarahan warga Mogadishu, Somalia.
Pada tanggal 24 April 1994, Boutros Ghali (Sekjen PBB di masa itu) mengumumkan kekalahan dan menyatakan bahwa Misi PBB sudah berakhir disana. Kekalahan itu diikuti oleh tentara Amerika yang kemudian menarik mundur pasukannya dari sana.
Misi Amerika di Somalia oleh banyak pengamat dipandang telah gagal. Beredarnya gambar dan foto jasad tentara Amerika yang tewas yang diseret-seret di jalanan Mogadishu telah membangkitkan kemarahan publik Amerika. Pemerintah kala itu akhirnya semakin tertekan.